Hujan...
Entah kenapa aku merindukan saat-saat hujan. Hujan memberiku banyak
inspirasi, imajinasi akan sesuatu yang sepertinya tidak akan mungkin terjadi.
Hujan mengingatkan aku akan sebuah memori. Memori yang mungkin takkan ku lupakan
seumur hidup ku. Memori yang amat sangat berharga, yang tak ternilai harganya.
Bahkan jika ditukar dengan sekarung emas/berlian, itu pun tidak cukup untuk
membeli sebuah kenangan.
Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Banyak sekali waktu yang telah
ku lalui. Entah kenapa, hidup ini terasa hampa. Aku sendiri pun tak tahu apa
yang sebenarnya terjadi. Terkadang aku merasa sepi di tengah-tengah keramaian.
Aku merasa sepi, walau aku berada di tengah semua temanku. Teman yang selalu
ada untuk ku. Teman yang sangat ku cintai. Aku ingin seperti mereka, hidup
tenang tanpa masalah.
Hujan…
Mengingatkan aku akan sebuah kenangan. Kenangan yang teramat sangat
pahit bagiku. Kenangan yang ku simpan sendiri di dalam kalbu. Ku simpan
kenangan itu, dengan rasa penyesalan yang teramat besar. Ingin rasanya ku
ungkapkan pada semua orang, apa yang selama ini aku rasa. Perasaan bersalah,
yang mungkin tidak mudah untuk di maafkan.
Alunan musik mengingatkan ku akan kejadian di masa lalu. Saat
pertama kali kita bertemu. Alunan musik yang indah, membuat aku tertarik untuk
mencari tahu siapa kamu sebenarnya. Siapa kamu ? Siapa kamu sebenarnya ?
Pertanyaan yang terus-menerus menghantui ku. Pertanyaan yang selalu terngiang
di dalam pikiran ku.
Butuh waktu lama untuk mencari tahu semua itu. Berhari-hari bahkan
berminggu-minggu. Itu pun belum cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu.
Hingga akhirnya, Tuhan mempertemukan kita. Tuhan menyatukan kita dalam sebuah
hubungan. Hubungan persahabatan yang selama ini aku inginkan.
Entahlah , mungkin Tuhan punya rencana lain di balik semua ini.
Rencana yang indah, yang akan menjadi sejarah perjalanan hidup ku. Tiba-tiba hidupku
menjadi berwarna. Awan badai yang selama ini menyelimuti ku, seketika berubah
menjadi cerah, ceria seperti sebuah pelangi yang indah. Seindah hubungan
persahabatan kita.
Apakah kamu tahu apa yang aku rasakan ? Apakah kamu tahu apa yang
aku pikirkan ? Aku harap kamu mengetahuinya. Aku bahagia bisa menjadi sahabat
mu. Aku sangat bahagia, karena Aku bisa mengenalmu.
Kamu adalah sahabat yang paling istimewa. Belum pernah sebelumnya
aku menjumpai seorang sahabat sepertimu. Seorang sahabat yang mungkin tak akan
pernah ku temui di tempat lainnya. Lagi lagi aku merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan karena aku bisa lebih lama melihatmu dan menatapmu. Sekali lagi, Aku sangat bahagia
karena bisa mengenalmu.
Tak terasa, sudah 3 bulan lamanya aku mengenalmu. Aku merasakan
perasaan yang sangat manis di antara persahabatan kita. Tiba-tiba, perasaan
aneh mulai menyelimuti diriku. Ada yang aneh di dalam diriku. Entahlah… mungkin
ini hanya perasaanku saja.
Masa remaja, adalah masa di mana seseorang mulai tertarik kepada
lawan jenisnya. Masa di mana emosional kita belum stabil dan lain sebagainya.
Aku sering merasakan ada hal yang aneh dalam diriku. Ingin rasanya aku
ceritakan apa yang sedang aku rasakan. Tapi, pada siapa ? Pada siapa akan ku
ungkapkan perasaan ini ?
Semakin lama, perasaan aneh ini sulit untuk ku kendalikan. Senyummu,
raut wajahmu, serta suaramu selalu terngiang di dalam otakku. Mereka selalu
menghantui ku. Kemana pun aku pergi, setiap waktu, selalu kamu yang ada di
dalam pikiranku.
Tunggu .. Apakah ini cinta ? Apakah yang aku rasakan ini benar-benar
cinta ? Apakah aku benar-benar mencintainya ? Oohh… ayolah, jangan buang waktu
untuk hal yang tidak penting seperti ini.
Aku berusaha melupakan hal itu. Aku berusaha menghapus perasaan yang
tak pantas Aku rasakan. Aku mencoba sekuat tenaga yang
Aku bisa. Walaupun berat, akan terus ku coba. Aku harus menutupi
perasaan ini, jangan sampai ada yang tahu apa yang Aku rasa.
Awalnya, Aku pikir berhasil. Senang rasanya bisa menyingkirkan
perasaan itu, walau belum seluruhnya. Tiba-tiba, tanpa Aku sadari ternyata temanku merasakan hal
yang sama denganku. Merasakan perasaan yang sama kepada orang yang sama.
Seseorang yang selama ini Aku sukai. Terkejut ? Aku sangat terkejut mendengar
semua itu. Aku tetap menyimpan rahasia kecilku, Aku tak ingin ada yang tau.
Walau sebenarnya, Aku lah yang mencintainya terlebih dahulu.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Akhirnya aku mendengar
sebuah kabar baik. Kabar baik untuk mereka. Mereka sudah resmi berpacaran.
Mereka sudah resmi menjalin hubungan
yang satu tingkat lebih tinggi dari persahabatan. Sebaliknya, Aku mendapat
kabar buruk. Mereka bersuka cita, tanpa ada yang tahu apa yang sedang Aku
rasakan. Hati ku patah, bahkan hancur berkeping-keping mendengar itu semua. Aku
berusaha tegar, Aku bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Aku ikut
senang di depan mereka, walau rasanya teramat sangat sakit. Aku bahagia, untuk
menghormati hubungan persahabatan ku dengannya.
Cemburu ? Haha… Aku sadar, Aku bukan siapa-siapa. Bahkan, Aku tak
berhak mempunyai perasaan itu. Ingin rasanya aku pergi ke tempat yang sangat
jauh. Aku akan berteriak sekeras mungkin, untuk memberitahukan pada angin,
burung dan lain sebagainya. Aku ingin mengungkapkan kepada mereka apa yang selama ini Aku rasa.
Akhirnya ku putuskan saja untuk menjauh darimu. Aku putuskan untuk
menghapus memori indah tentang mu. Akan ku lupakan semua hal yang berhubungan
denganmu. Mungkin ini perjuangan yang terberat dalam hidupku. Sebuah perjuangan
untuk melupakan dirimu. Terkadang apa yang kita harapkan tak sesuai dengan
kenyataan. Ternyata Tuhan menghendaki kita hanya dalam hubungan persahabatan, tak lebih dari
itu.
Suatu hari, tanpa Aku sadari, Aku membuat suatu kesalahan besar.
Kesalahan yang membuat mereka semua tahu, bahwa Aku mencintaimu. Aku merasa
sangat menyesal, kenapa ku lakukan itu. Rahasia yang kusimpan baik-baik,
sekarang sudah bukan menjadi rahasia lagi.
Tak lama setelah itu, Aku mendengar sebuah kabar buruk tentang
mereka. Mereka tidak lagi bersama, entah kabar itu baik atau buruk untukku.
Seketika itu Aku merasakan penyesalan yang mendalam. Apakah Aku yang
menyebabkan semua ini ? Apakah Aku yang membuat hubungan mereka hancur ?
Ingin rasanya ku ungkapkan itu semua. Tapi Aku tak mampu, Aku tak
bisa. Aku tak tahu bagaimana caranya. Hingga ku putuskan untuk menjauh darimu
dan keluar dari hidupmu. Ingin rasanya aku menangis, ingin rasanya ku ungkapkan
semua. Semuanya, rasa penyesalan yang selama ini Aku pendam.
Berat rasanya, melupakan itu semua. Semua kenangan yang telah kita
lewati bersama. Rasa malu yang teramat besar, yang membuat Aku selalu
menghindar darimu. Aku tak berani menatap mu, bahkan menyebut namamu saja Aku
tak mampu.
Rasa penyesalan yang teramat besar, terus menghantuiku. Selalu
terngiang dalam otakku. Aku takut, sangat takut. Aku takut semua orang
membenciku, Aku takut semua orang pergi menjauhi ku karena itu. Ingin rasanya ku buang
rasa takutku jauh-jauh.Aku pikir, jika aku mencari penggantimu, semua masalah
akan selesai begitu saja. Tetapi,
semuanya tidak seperti yang aku harapkan. Mencari pengganti mu hanya
memperkeruh keadaan.
Berbulan-bulan, aku mencoba melupakanmu. Tapi, tetap saja tak bisa,mungkin
tak akan pernah bisa. Selama itu juga, aku hanya bisa melihatmu dari jauh. Aku
selalu menyebut namamu dalam setiap doaku. Aku ingin kamu bahagia, walaupun
tidak denganku. Aku ingin kamu bahagia bersama orang yang kamu suka. Seseorang
yang bisa membuat kamu bahagia. Seseorang yang memang pantas untuk bersamamu.
Tak terasa, sudah 2 tahun lamanya Aku mencoba melupakanmu. Memang
belum berhasil,tapi akan terus ku coba. Ingin rasanya, aku berada di sampingmu
seperti dahulu. Tapi, sekarang kamu pergi. Bahkan, Aku tak tahu di mana kamu
sekarang. Apakah kamu pergi untuk menjauh dariku ? Apakah kesalahanku tak bisa
di maafkan ? Salahkah jika Aku berharap bisa bertemu lagi denganmu ?
Andaikan waktu bisa terulang kembali. Akan ku ubah jalan cerita ini.
Akan ku ubah sikapku menjadi lebih baik, agar tidak ada lagi orang yang
tersakiti olehku.
Jika Tuhan mempertemukan kita kembali. Akan ku jelaskan semuanya
padamu. Akan ku jelaskan alasan ku berbuat seperti itu padamu. Terima kasih kau
telah mengajarkan aku segalanya. Terima kasih karena kau telah mengajarkan Aku
tentang indahnya persahabatan. Terima kasih juga, karena kau telah
mengajarkanku apa arti cinta yang sesungguhnya.
Maafkan aku, karena sampai saat ini Aku belum bisa melupakanmu.
Maafkan Aku, karena aku selalu mengusik kehidupanmu. Maafkan Aku, atas semua
kesalahan yang pernah ku lakukan padamu. Maafkan Aku, karena Aku pernah
menganggap mu lebih dari sebatas teman. Maafkan Aku, karena Aku pernah
mencintaimu.
Aku berharap suatu saat nanti, kamu bisa membaca ini. Membaca sebuah
tulisan tentang perjalanan hidupku. Karena, kupersembahkan ini hanya untukmu, My First Love.
Writer : ratnarahayu232@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar